Friday, November 13, 2015

Seminar “Leading with Integrity” Bareng Maya Arvini di kampus STAN Jakarta

Haii, sorry lama ga nulis di blog. Selama gabung jadi timnya Mbak Maya bakalan sering nulis kok. Jadi ceritanya nih selama beberapa bulan ke depan aku ikutan program internship buat jadi blogger di kaskus sama 4 teman yang lain. Terus kalo ada seminar-seminar yang pembicaranya Mbak Maya aku ikut dan bagi-bagi tugas sama 4 temanku itu. Ada yang kebagian nulis blog, live tweet, dan fotografer. Selama ini enjoy aja sih, banyak dapat pengalaman baru dan belajar banyak banget. Terus bisa ikutan acara seminar gratis lagi, kan lumayan. Hehe. Btw, sebelum ngomong panjang-lebar, uda pada tau Mbak Maya belum? Wah parah deh kalo ga tau. Beliau itu penulis buku “Career First” yang juga punya pengalaman kerja di IBM dan Micosoft, sekarang jadi General Manager di Gunung Sewu Group. Buat lebih jelasnya, yuk langsung aja intip profilnya disini.


Poster Seminar YOT di STAN
Sabtu tanggal 25 kemarin aku ikutan acaranya YOT (Young on Top) Catalyst tentang “Leading with Integrity” di STAN. Lumayan banyak pesertanya, ada 481 orang. Kebanyakan anak-anak STAN jurusan pajak sih yang ikut. Kalo diliat dari temanya, berasa berat ya. Tentang integritas. Setauku integritas itu ya tentang kejujuran, pokoknya jujur biar hasil melakukan apapun itu maksimal. Nah, waktu dengerin seminarnya Mbak Maya di acara itu, ada yang menarik tentang integritas mulai dari artinya sampe contoh-contohnya. Baca sharingku berikut ya.

“Acting with honesty – Doing the right thing even when nobody is watching” – C.S. Lewis

Kalimatnya simpel tapi langsung ngena gitu rasanya. Menurutku, lumayan susah itu ngelakuinnya. Ga bisa dipungkiri, kebanyakan orang suka dipuji dan nganggap pujian itu sebagai reward selesai ngelakuin something. Apalagi aku yang agak gila pujian haha. Bercanda lah, cuma buat some cases aja. Ga semua yang aku lakuin minta dipuji orang lain kok.

Kalo ngomongin contoh nih, Mbak Maya sempat bilang keteguhan buat tidak menyontek itu contoh paling sederhana dari integritas. Ini biasanya berlaku buat mereka yang ga punya cukup rasa percaya diri dan ambisius buat dapat nilai bagus. Alhasil, terbentuk curiosity buat tau jawaban teman, tengok kanan kiri atau bahkan buka buku. Sebenarnya menyontek itu salah satu bentuk kreativitas lho dan butuh keahlian. Semakin sering seseorang menyontek, semakin mahir dia buat copy paste jawaban teman. Tapi ini contoh buruk yang akan membentuk kepribadian kita menjadi orang yang tidak kredibel atau tidak bisa dipercaya untuk menyelesaikan proyek tertentu. 

Mbak Maya lagi presentasi di depan 481 peserta
Kalo merefleksikan dari pengalamnnya Mbak Maya, aku salut deh. Beliau sudah belajar tentang integritas dari kecil. Sewaktu SD pun beliau ga pernah nyontek, hingga lulus kuliah juga tetap bebas dari perilaku menyontek. Padahal ujian itu godaannya besar banget, apalagi buat masa-masa SD-SMP. Masa-masa labil. Contekan tuh dimana-mana, banyak yang nawarin dan peluang sangat mendukung. Tapi disitulah kadar integritas seseorang diuji. Dan Mbak Maya merupakan salah satu orang yang sukses dari ujian integritas level masa sekolah.

Mbak Maya meyakini bahwa 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh persiapan. Makanya sejak SD beliau selalu berusaha untuk mempersiapkan ujian dengan baik; mulai dari mencicil belajar tiap bidang studi dari jauh-jauh hari sebelum ujian dan menghindari sks (sistem kebut semalam) tiap kali bikin tugas. Dengan persiapan yang matang tersebut Mbak Maya bisa lulus ujian dengan hanya mengandalkan kemampuannya sendiri, tanpa pernah copy paste jawaban teman-temannya. Alhasil, kebiasaan yang mulai dipupuk sejak SD itu dibawa sampai ke dunia kerja; beliau menjadi pribadi yang disiplin dan memegang teguh integritas dalam pencapaian kesuksesan berkariernya.
Hal yang perlu kita pelajari dari pribadi Mbak Maya adalah kita harus membiasakan diri untuk selalu berperilaku jujur dimulai sejak dini. Selama kita mau, kita tentu berpeluang untuk menyontek saat ujian sekolah. Tapi coba bayangkan waktu tes kerja entah itu tes psikologi atau logika, siapa yang mau bantu? Menyontek sih masih ujian integritas yang sangat sederhana, ujian integritasnya di dunia kerja akan jauh lebih sulit. Apalagi waktu ngomongin masalah politik kantor. Duh, ga akan ada habisnya. Jadi, kalo menyontek aja masih sering kita lakukan, itu artinya kita belum lulus ujian integritas di level yang paling bawah. Gimana mau maju dan lulus di level ujian integritas selanjutnya? Mari kita renungkan!

Lalu, sebenarnya apa sih hubungan integritas sama karier? Jadi integritas itu penting buat menentukan long-term success karier kita. Banyak kejadian orang yang sukses mendadak, jadi manajer karena pake cara negatif misal kiss ass (menjilat) dan backstab (menusuk dari belakang/berkhianat). Tipe kesuksesan yang instan kaya gitu biasanya ga akan bertahan lama. Mereka yang memilih sukses dengan cara negatif akan terseleksi sama lingkungan dengan sendirinya karena dia sebenarnya belum pantas dan tidak cukup kompeten untuk mengisi jabatan tinggi tertentu.
Daripada kita ngikutin cara-cara negatif itu, mending simak tips meraih long-term success yang dikasi Mbak Maya waktu seminar kemarin. Chekidot!


Serius tapi kece: Mbak Maya lagi menyampaikan materi seminarnya 

1.      Belief

Belief disini bukan berarti kepercayaan yang lebih merujuk ke agama ya. Tapi maksudnya prinsip atau idealisme kita. Dalam hidup, prinsip jadi sangat penting sebagai dasar melakukan apapun. Bahkan bisa dijadikan rules pribadi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dan belief ini harus mulai kita biasakan sejak kecil sehingga orangtua punya peran penting dalam memupuk prinsip tersebut. Contohnya, waktu aku kecil orangtua selalu bilang, “Jangan pernah takut pergi sendirian selama kita masih punya mulut untuk bertanya kepada orang lain.” Nasihat ini selalu kupegang sampai sekarang sehingga aku terbentuk menjadi pribadi yang cukup mandiri, ga selalu minta ditemani orang lain saat mau bepergian kemanapun. Dengan kata lain, aku memegang teguh prinsip keberanian dalam hidup. Tentu orangtua kita berbeda dalam mengajarkan belief ini. Tapi apapun nasihat mereka, asal baik, jangan ragu-ragu untuk diterapkan ya.

2.      Goals

Manusia yang ga punya goals itu kayak zombie deh. Kerjaannya Cuma lontang-lantung ga jelas cari mangsa, kalo uda kenyang ya uda deh ga ada kegiatan lain. Paling nunggu lapar lagi, terus cari mangsa lagi. Gitu aja hidupnya, hanya bertujuan untuk cari kekenyangan. Bosan kan ya? Begitu juga orang yang ga punya goals dalam hidup. Goals itu sangat penting sebagai driver hidup kita. Selama kita punya goal, kita akan bisa menentukan target-target setiap harinya buat mencapai goal itu. Kitapun akan termotivasi untuk selalu melakukan hal positif yang mendekatkan kita pada goal itu sendiri.

Contoh sederhananya saat aku pengen menang lomba speech di kompetisi tertentu. Keinginan itu memotivasiku buat belajar bahasa Inggris secara otodidak setiap harinya. Terus tiap kali ada tugas presentasi di kelas aku mempersiapkannya dengan matang biar bisa menyampaikan presentasi layaknya orang yang uda profesional. Dan nonton video youtube, latihan sama lecturer, atau nonton film buat melatih skill speech ku. Jadi ada target-target tertentu disertai timeline untuk mencapai goalku itu. Alhasil, apapun yang aku lakukan jadi lebih terarah dan jelas. Dengan persiapan-persiapan itu tentu akan mendekatkanku untuk mencapai goalku, yaitu menang dalam lomba speech. Tentu kita punya goal masing-masing bukan? Jadi mari tentukan steps untuk meraihnya.

Senyum semangat: Mbak Maya lagi nerima kenang-kenangan dari pihak YOT Catalyst

3.      Surrounding

Jangan sampe jadi individualis ye? Sharing is caring loh, pada setuju kan? Ga usah sungkan untuk berbagi dan perhatian sama lingkungan sekitar. Kita itu makhluk sosial, ga bakalan bisa hidup sendiri. Senengnya aku mulai termotivasi buat peduli sesama sejak SMA. Waktu itu ada program Community Service yang jadi program wajib di sekolah. Jadi berasa ada tuntutan gitu saat ngelakuinnya. Pas community service banyak banget kegiatan yang aku lakukan, mulai dari ngajar pelajaran anak SD, mengolah sampah organik jadi kompos, ngajarin tari tradisional anak MI, dan bersosialisasi langsung sama pengamen jalanan di Kota Malang.

Awalnya berasa beban sih, tapi ujung-ujungnya malah bikin nagih. Mulai dari awal kuliah pun aku terus ngelakuin community service ini. Sekarang aku jadi tutor buat anak-anak pemulung di daerah sekitar tempat kos. Aku ngajar pelajaran seperti waktu SMA dulu, terus ngajarin keterampilan, ngarahin mereka biar punya confidence meski berasal dari keluarga pemulung, dan memupuk nilai-nilai religius terutama Islam. Jadi aku gabung sama komunitas volunteer gitu, namanya Madani Community.

Mungkin sebagian besar orang merasa susah buat mengedukasi anak-anak pemulung karena lingkungan bahkan mindset orangtua merekapun sulit diubah. Sebagian besar dari pemulung-pemulung itu berpikir  bahwa kekurangan finansial adalah takdir yang sangat sulit diubah. Tapi ga ada salahnya kok buat mendidik anak-anak mereka biar ga punya mindset yang sama. Jujur, memang susah ngelakuinnya dan ga ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% anak pemulung akan hidup lebih baik daripada orangtuanya. Tapi kalo buat aku sendiri, selama ada celah buat mengedukasi anak-anak tersebut kita harus mendidik mereka. Kan ga da yang tau kalo salah satu dari anak pemulung itu akan lebih sukses dari kita di masa depan. Maksudnya, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain di sekitar kita. Meski saat ini kita terlihat sangatlah tidak membutuhkan mereka, tapi ingat! Selama kita hidup akan selalu ada kemungkinan bahwa suatu saat kita akan membutuhkan bantuan mereka.

4.      Remember: No Short Cut!

Banyak yang bilang, nikmati proses bukan hanya fokus pada hasil. Selama kita ambisius sama hasil, perjuangan ga akan ada artinya. Coba kalau ditakdirkan gagal, bisa ngebayangin ga apa yang bakalan kita lakukan? Stres berat mungkin atau malah suicide. Idiih.. jangan sampe lah ya.

Jadi di poin ini yang perlu kita ingat adalah  there is no shortcut for success. Kalo suksesnya instan, apalagi pake cara-cara yang negatif pasti ga akan bertahan lama kok karena kredibilitas orang yang kaya gitu sebenarnya NOL. Makanya ga perlu fokus mikirin orang lain, dibuat sibuk mikirin karier pribadi aja. Pokoknya harus PEDE sama kemampuan diri sendiri. Selama kita terus iri, fokus kita akan terbuang percuma dan ga akan menghasilkan apapun termasuk buat ngembangin potensi diri sendiri. Bener kata Mbak Maya, ga perlu sibuk mikirin orang lain tapi fokus saja pada diri sendiri. Soalnya emang ga akan ada habisnya kalo mikirin orang lain terus. Cuma buang-buang waktu aja. Jadi, yuk fokus sama diri sendiri. Tapi jangan sampe terlalu fokus dan ga peduli sama lingkungan sekitar loh ya. Harus tetap peka sama sekitar kita. Yang penting buat masalah karier, selama yang kita lakuin benar dan sesuai aturan, maju aja terus jangan sampe tergoyah. Semangat! Yuk sama-sama belajar buat jadi orang yang punya integritas tinggi!

Itu aku sama my beloved team lagi foto sama Mbak Maya hehe
"Integrity is a choice. It is consistently choosing the purity of truth over popularity"  –  
Byrd Bagget

Sekian dulu sharingnya. Makasi ya uda mau baca. See you!



Thursday, October 30, 2014

Outstanding Moment

Kemaren sore aku ngerjain tugas SIG buat bikin majalah sama Rere, Yuni, dan Solene. Seperti biasalah, di saat ngerjain malah ngomong nglantur kemana-mana. Bahas tentang Perancis lah, ngajarin bahasa, and sharing budaya. Solene open minded banget orangnya. Dia ga enggan buat jelasin negaranya ke kami. Waktu diajarin ngomong kupu-kupu, dia bilang cute banget kata-katanya. Maklum lah, ga da kan kata kayak gitu di Perancis.

Terus tiba-tiba aja dia nyeletuk tentang homeless people. Gila aja, katanya di Indonesia ga ada yang kayak gitu. Dia Cuma pernah nemuin sekali doang pengemis di jembatan penyeberangan. Di Perancis malah banyak banget katanya. Yauda deh, pas banget waktu Kak Vina minta tolong buat bagiin makanan ke kampung di Pancoran Buntu 2, aku ajakin dia. Biar lebih tau and familiar potret Indonesia yang sebenarnya kayak gimana. Di kampung itu, didominasi oleh pemulung. Banyak anak kecilnya, n aku ikutan kegiatan Maddani Community buat ngajar Bahasa Inggris n matematika ke mereka. Seneng rasanya bisa berbagi.

Waktu awal nyampe perpus Maddani, aku takut Solene bakalan alergi karena tempatnya yang ga terlalu bersih. Apalagi waktu dia ambil minyak kayu putih buat bau bauan. Jadi ngerasa bersalah ngajakin dia kesana. Untungnya, dia suka and excited banget sama kegiatan Maddani. Katanya, di Perancis sih ga ada kegiatan ngajar gratis kayak gitu karena dari sejak dini sampe umur 18 tahun Pemerintah Perancis ngegratisin sekolah buat siapapun. Dia jadi sedih, anak-anak disini kurang diperhatikan masalah pendidikan, n di negaranya malah sebagian dari anak-anak disana malas sekolah.

Sekitar mau adzan Isya’, kami semua mulai membagikan makanan ke rumah-rumah sambil nyebarin brosur buat gabung belajar di Maddani Community. Anak-anak disana pada heran liat dia. Dari awal bagiin makanan sampe akhir, mereka pada ngikutin kami. Jadi susah jalan n balik ke perpus paling telat. Bersyukur banget bisa ngasih kesempatan mereka buat liat bule. Kalo kayak gitu, bakalan lebih mudah buat memotivasi belajar Bahasa Inggris, kan? J. Untungnya juga, Solene ga marah ato bete sekalipun. Dia malah seneng banget, gandeng anak-anak disana, bahkan gendong salah satu dedek kecil dari mereka. J

Abis muter-muter kampung, kami semua makan nasi bungkus. Solene lahap banget ternyata. Dia suka oseng kacang panjang. Waktu diajarin ngomong ‘kacang panjang’ dia kesulitan. Pokoknya orang Perancis agak susah buat ngomong yang ada “ng” nya. Hehe... waktu masih kelompokan, dia suka nyebut ‘kupu-kupu”. Katanya cute banget. Ada-ada aja, ya. Btw, solene juga suka sama kucing lo. Dia punya dua di rumah. Cantik n ganteng banget.

Kayaknya, dia sekeluarga tertarik dengan islam. Solene minta ajarin make jilbab, sewaktu skype sama mamanya n ada adzan, mamanya dengerin adzan dulu. Waktu dia liat masjid, katanya indah. Wah, semoga cepet dapet hidayah, ya. Amin.


Lebih dekat dengan bule adalah salah satu Hajatku. Alhamdulillah terkabul sudah. JJJ

Sunday, October 12, 2014

Feels Alone

Sometimes, ngrasa kesepian. Entah kenapa jalanku harus selalu jauh dengan keluarga. Sejak SMA sampai sekarang, entah berapa moment kebersamaan yang tak bisa kuhadiri. Jujur, rasanya jadi jauh sekali dengan keakraban kalo ngumpul bareng lagi. Kalaupun mereka cerita tentang moment tertentu, aku lebih banyak ga taunya.

Hidupku memang sangatlah kontras dengan kakak. Sampai berkepala dua pun, ia tak sekalipun pernah jauh dari keluarga hingga lebih dari sebulan. Sedih baru kerasa saat lagi sendiri n butuh temen curhat. Pasti rasanya beda kan kalo mau curhat sama orang lain. Pasti akan lebih nyaman kalo dia adalah keluarga kita sendiri.

Hidup di lantai 2 tempat kost, memang didominasi oleh orang Palembang. Ngrasa ga nyaman kalo lagi kumpul bareng n mereka ngobrol pake bahasa daerahnya. Ga sulit memang, akupun bisa mengerti. Tapi tetap saja aku harus berpikir dua kali untuk bisa mengerti.

Karena tinggal di lantai 2 inilah aku mulai jauh dan sangatlah menjauh dengan teman-temanku dari Malang. Selain gaya hidup yang berbeda, akupun tak suka dengan cara berteman mereka. Aku suka bersifat netral. Itu pula yang seringkali menjadi bahan teguran teman2 Malang terhadapku. Sejujurnya, aku tak ingin menjauh dari kalian. Tapi, disinilah tempat nyamanku. Prinsip hidupku juga mirip dengan teman2 Palembang. Jadi maaf, kalau selama ini aku selalu tak acuh terhadap kalian. 

Between Money and Charity

Hari ini sudah jelas, aku belum bisa ikutan jadi panitia buat 2 projects. Sayang banget yang internship, padahal itu bakalan jadi salah satu tool awal biar aku lebih mengenal perusahaan n kesempatan kerja. Udah niat banget buat ikut. Siap komitmen tingkat dewa deh, pokoknya! Takdir kali ya... semacam pengingat biar aku ga terlalu sibuk di semester pertama.

Kalo yang lain, lose juga buat jadi panitia English Debate Competition. Lumayan buat ngasah English speaking skill ku. Apa boleh buat, waktu seleksi interview aku jawabnya asal n ga liatin niat n komitmen. Besok katanya mereka kumpul. Cukup kecewa sih kalo liat progressnya karena ga da part aku disana.

Meski sedikit tertohok, harus tetep bangkit, dong! Aku bakalan cari peluang di bidang lain. Kayak kepanitiaan event bisnis di kampus. Wajib dapet tuh! Bagus buat future career biar cepet lunas utangnya. Haha...

Target aku saat ini lebih cenderung cari info n relasi buat future job. Tapi aku juga ga lupa sama kodratku sebagai manusia. Tetep wajib kudu harus berbagi dengan sesama. Jadi, selain sibuk part time job n cari pengalaman berorganisasi, tiap hari Jumat uda aku jadwalin buat dateng ke kampung Maddani, salah satu komunitas belajar anak-anak pemulung. Aku ngajar Matematika n Bahasa Inggris disana. Minggu kemaren baru mulai ngajar. Seru sih, tapi ya harus ekstra sabar juga. Anak kecil masih pada hiperaktif kan? Jadi sedikit susah diatur.


Aku selalu bilang pada diri sendiri, suksesmu kelak jangan hanya kau dan keluargamu nikmati sendiri. Ingat sekitarmnu. Mereka butuh uluran tangan dari orang sepertimu. Bantulah mereka. Jangan enggan menyisihkan harta dan waktu biar mereka juga bisa senyum n hidup berkecukupan. J

Tuesday, October 7, 2014

Share More to Get Even More

Tanggal 4-5 kemaren aku ke Idul Adha di Bogor lo. Jadi panitia kurban gitu, karena aku sie konsumsi jadi wajib ikut. Kalo ga da aku, ntar bisa-bisa pada ga makan semua tuh. Hehe... orang aku sendiri aja juga belum expert.

Sumpah desanya terpencil banget. Sampe muter-muter gitu nyarinya. Uda berangkat siangbolong, malem baru nyampe. Ga kena macet sih, tapi emang rumit nyarinya. Aku uda kayak terong digoreng deh pokoknya, lemes bangeettttt.... mual, pusing, haus, polusi angkot, semua jadi satu. Belom lagi sopirnya bingung jalan. Berhenti, jalan lagi. 3 kali lebih ada deh kayak gitu. Pas uda puncak banget tuh, untung ada yang kasi permen. Dewa banget pokoknya. Kalo ga gitu aku bisa muntah kali.

Begitu sampe lokasi, istirahat bentar, langsung deh masak buat dinner. Yang laen enak pada bisa istirahat smabil ngemil, aku mulai sibuk di dapur. Gapapa kok, toh banyak juga yang bantu. Serunya lagi pas makan bareng. Mereka nikmatin kok, ga da yang complein. Syukurlah... lolos tahap pertama haha...

Malemnya nonton Hunger Games. Lagi tayang di tv. Dasar aku ga suka film action, liatnya sambil tidur deh. Ga taunya waktu bangun, uda ada cowok di samping aku. Langsung deh bangun. Ga boleh kan sebenarnya. Ntar bisa bikin mereka mikir aneh-aneh lagi. Ugh!

Besoknya bangun jam 3 buat breakfast. Trus Sholat bareng sama warga di Masjid, sarapan, n lanjut motong-motong hewan kurban. Aku sih ga terlalu explore banyak tentang desa itu, karena jobnya banyakan di dapur. Mereka ngurus dagingnya, aku nyiapin bumbu n masak. Sebelum balik ke Jakarta, kami makan bareng pemilik rumah trus foto-foto deh.

Banyak sih pengalaman baru disana. Aku merasa benar-benar jadi cewek sejati dan diakui disana. Jadi lebih confidence buat masak n semakin bulet niat buat ngebantu others. Disana tuh baru taun ini ada kurban lagi. Sekitar 2 tahun ga da yang nyumbang. Belom lagi air yang limited n akses ke kota yang susah. Sumpah, kasian.

Masalah remaja, aku ngerasa beruntung karena bisa jalan bareng sama senior-senior. Serasa ga ada gap. Disana aku juga nemuin temen cowok yang benar-benar sederhana. Kagum banget deh sama dia. Uda kebapakan, perhatian, n ga banyak gaya.

Dia beda dengan senior-senior yang sempat kukagumi. Mereka semua buayaaaa!!!!


Foreigner

Nice experience, very nice!

Akhirnya hari ini aku dapet kesempatan buat ngobrol sama Solene (Mahasiswi IESEG-French). Dia friendly banget, kita sama-sama pengen tau tentang negara asal masing-masing. Awalnya mau ngerjain tugas story telling buat SIG Class, tapi malah ngobrol jatohnya n tugas terpaksa harus dilanjutin besok. Kurang dikit kok, kira-kira 1 jam sebelum kelas kita bisa ketemu.

Dia jelasin banyak banget. Dia yang aktif nanya. Pengen tau tentang cara baca alfabet indonesia gitu. Trus dia kasi liat juga foto-foto di Perancis, makanan-makanan disana, dance, n bahasa umum yang cukup sulit bilangnya. Waktu ngomongin tentang tarian, dia aku ajakin buat liat oplosannya Soimah. Hehe... interest banget kliatannya, mungkin karena semua element ikutan joget.

Abis gitu, terpaksa harus pisah karena kampus uda tutup jam 9 malem. Sayang banget, aku betah tuh kalo mau lanjut mpe jam 12 malem. Sekarang aku pengennya dateng ke rumah dia buat ngerjain Magazine Project. Cari waktu free yang lama lah. Biar bisa puas-puasin ngobrol bareng. Aku juga planned buat masak n hang out bareng. Isn’t that interesting?

Pokoknya dia salah satu cara buat improve English skill aku n confidence juga yang paling penting biar berani speak up. Sebenarnya ini buat fulfil curiosity aku sama orang asing. Aku suka n tertarik banget sama mereka. Target aku, at least once in my whole life I have to stand on the abroad ground. That’s it. Simple, right?

Terserah deh mau jalnnya kayak gimana. Entah workshop, seminar, training, student exchange, ato kerja. Pokoknya harus pernah ngehirup oksigen negara lain langsung dari tempat asalnya. Pengennya sih ke Jepang, Korea, Cina, Taiwan, Jerman, US, n Paris. Doain ya... say Amiiin please... J

Thursday, October 2, 2014

Hi guys!
Here are my essays for completing the APU's enrollment. Just check it out. I do really hope that it will be useful for you as your refferences. Enjoy!